06 Maret 2008
Jangan Hanya Terpancing Emosi!!! Mulai Dari Yang Kecil....
Sah-sah saja Anda punya ambisi untuk melakukan ekspansi, namun Anda harus terlebih dahulu mengukur kemampuan. Ingat keinginan usaha cepat menjadi besar, pada dasarnya masih merupakan suatu harapan (dream) yang menuntut kerja keras dan sedikit keberuntungan.
Banyak perusahaan besar yang mengawali usaha dari skala sangat kecil. Kisah sukses para taipan memang bukan sekedar mitos. Mereka dulu juga sengsara, kemudian secara gradual mengembangkan bisnis sampai menjadi imperium yang memiliki omzet triliunan rupiah.
Barangkali Cuplikan yang saya ambil dari harian kompas edisi 1 Februari 1995 (dimana konglomerat Eka Tjipta Widjaja menceritakan pengalaman bisnisnya) bisa memotivasi Anda untuk gigih berjuang untuk mencapai kesuksesan usaha Anda. Di dekat markas tentara Jepang, pada waktu negeri Sakura ini masih menduduki Indonesia antara tahun 1942-1945, Eka merencanakan berjualan makanan. Pukul empat subuh ia sudah berada di lokasi, menyiapkan kaleng bekas minyak tanah untuk tempat air, tungku kecil, membawa kopi, gula dan bahan-bahan lainnya. Semua peralatan itu dipinjam dari ibunya. Enam ekor ayam dipinjam pula dari ayahnya. Ayam itu dimasak menjadi ayam putih gosok garam. Dari teman-temannya, Eka Tjipta yang masih miskin itu juga meminjam bahan-bahan lain seperti wiski, brendi dan anggur. Jam tujuh pagi, Eka siap berjualan. Sampai jam sembilan tidak ada pembeli satupun. Melihat kondisi tersebut Eka memutuskan untuk mendekati komandan tentara dan mentraktir sang Komandan untuk makan
di warungnya. Setelah mencicipi seperempat ayam komplit dengan kecap cuka dan bawang putih, minum dua teguk wiski gratis, komandan itu mengucapkan terima kasih. Kemudian setelah itu, semua anak buah komandan dan tawanan perang diperbolehkan makan di warung Eka. Strategi marketing Eka Tjipta itupun berjalan dengan sukses.
Empat puluh tahun kemudian, Eka Tjipta tumbuh menjadi salah satu konglomerat besar di Indonesia. Ia membesarkan group Sinar Mas yang memproduksi minyak goreng dan menguasai ratusan ribu hektar perkebunan Kelapa Sawit. Tetapi tidak banyak yang paham kalau dulu sang konglomerat pernah berbisnis dengan ayam dan wiski pinjaman.
Intinya jangan memulai usaha dari skala yang besar, karena Anda akan mempertaruhkan nasib banyak orang seandainya Anda mengambil risiko terlalu besar pada usaha baru Anda. Kecuali bila Anda sudah menggeluti bisnis itu beberapa waktu lamanya, sehingga Anda mengenali betul saat-saat yang paling tepat untuk ekspansi. Dan Anda sudah memahami seberapa besar pengaruh tambahan modal terhadap produktivitas usaha Anda.
Salam Sukses Selalu
Cak Eko
www.cakeko.co. nr
www.baksomalangcake ko.co.nr
www.sotojolali. co.nr
04 Maret 2008
Lima Jurus Negosiasi Bisnis
Negosiasi Bisnis
by Prasetya
Lima Jurus Jitu Negosiasi Bisnis
1. Pisahkan pokok masalah yang dinegosiasikan dengan
lawan. Jangan sampai masalah pribadi menghambat proses negosiasi
yang sedang berjalan. Tak heran perusahaan-perusaha an besar
biasanya mempunyai timnegosiasi yang terdiri dari beberapa orang dengan
keahlianberlapis-lapis. Dengan begitu, tidak akan pernah
terjadi konflik pribadi dengan proses negosiasi.
2. Selalu mengacu pada tujuan utama negosiasi. Apahasil akhir yang
kita inginkan dalam negosiasi ini? Bukan masalah menang atau kalah,
apalagi sampai menjatuhkan lawan. So, tetap berkepala dingin dan
jangan pernah terpancing dengan emosi atau ego mau
menang sendiri.
3. Berikan alternatif win-win solution pada lawan. Selalu fleksibel
selama negosiasi agar terhindar dari jalan buntu. Persiapkan beberapa
solusi alternatif yang diprediksi bisa menciptakan kondisi saling
menguntungkan bagi lawan.
4. Selesaikan proses negosiasi dengan cepat dan tidak bertele-tele.
Hindari faktor-faktor yang bisa melelahkan lawan seperti proses
negosiasi yang terlalu lama, tempat negosiasi yang tidak kondusif,
dll. Karena faktor-faktor tersebut cenderung membuat lawan jadi
emosional dan berbalik menekan kita.
5. Riset, riset dan riset. Hal terpenting dalam negosiasi sering
berkaitan dengan etika dan budaya. Negosiator ulung selalu melakukan
riset untuk mengetahui karakter lawannya. Apa latar belakangnya,
kebiasaan, hobi, kesukaan, dll. Terbukti bahwa kebanyakan kontrak
besar bisnis dimenangkan bukan di meja rapat, tapi di lapangan golf,
kapal pesiar atau restoran.
02 Maret 2008
Apakah Multi Level Marketing itu?
Multi-level marketing adalah jalur alternatif bagi perusahaan untuk mendistribusikan produk dan jasanya ke pasaran (jalur distribusi yang lain termasuk supermarket, toko retail, door to door sales dan lain-lain).
Mengapa perusahaan memilih MLM untuk mendistribusikan produknya?
Ada beberapa alasan :
1. Biaya overhead yang rendah
Tidak seperti perusahaan retail, perusahaan MLM tidak perlu mengalokasikan dana yang besar dalam advertising untuk menarik customer. Sebagai penggantinya, dana dialihkan untuk memberikan komisi bagi distributor untuk memasarkan produk ke customer. Selain itu, perusahaan hanya perlu memberikan komisi bagi distributor berdasarkan hasil, yaitu dari persentasi dari produk yang terjual.
2. Biaya overhead distribusi yang rendah
Typical distribusi melalui retail menggunakan serangkaian regional, negara, kota, dan retailer lokal untuk mendistribusikan barang-barang. Masing-masing perlu mendapatkankeuntungan dan melakukan mark up harga dari barang.
Jalur distribusi non MLM
manufacturer –> transporter –> wholesaler –> retailer –> advertisers –> customers
Jalur distribusi MLM
manufacturer –> representative –> customer
3. Tingkat pertumbuhan yang tinggi
Perusahaan MLM yang diatur dengan baik bisa berkembang dengan tingkat pertumbuhan 20%, 50%, bahkan 100% tiap bulan
4. Tim sales dan marketing yang termotivasi.
Ada banyak sekali produk yang membanjiri pasaran. Dibutuhkan dana marketing yang besar untuk bisa memperoleh tempat di customer. Selain itu banyak produk yang membutuhkan penjelasan yang rinci dibandingkan dengan yang dapat dilakukan di iklan TV selama 30 detik.
Bagi perorangan, MLM bisa memberikan kesempatan untuk mempunyai sumber penghasilan tambahan yang jika disertai dengan kerja keras, bisa menjadi sumber penghasilan yang cukup significant.
Bagaimana Caranya?
MLM adalah tentang “banyak orang melakukan bagiannya masing-masing yang sedikit”. Dalam MLM, Anda tidak hanya mendapatkan komisi dari hasil penjualan Anda secara langsung namun juga secara tidak langsung. Anda mendapatkan juga komisi dari hasil penjualan orang yang Anda bawa ke perusahaan dan juga dari hasil orang yang orang tadi bawa, dan juga dari hasil penjualan dari orang terakhir yang dia bawa …
Dengan mendapatkan persentasi hasil dari banyak orang, penghasilan Anda can berkembang sampai hasil yang sangat besar.
Jika Anda mendapatkan 5 orang yang serius mengembangkan bisnis dan masing-masing mempunyai hasil penjualan $100 per orang dengan komisi 5%, penghasilan Anda adalah seperti berikut :
Level - #people - $volume - $bonuses
1. 5 - 500 - 25
2. 25 - 2500 - 125
3. 125 - 12500 - 625
4. 625 - 62500 - 3125
5. 3125 - 312500 - 15625
6. 15625 - 1562500 - 78125
7. 78125 - 7812500 - 390625
Jadi, jika tiap orang bisa mendapatkan 5 orang, Anda bisa mendapatkan $500,000 per bulan. WOW, mari kita semua bekerja dan menjadi kaya !
Tapi tunggu dulu.Tidak sesederhana itu.
Membutuhkan usaha dan waktu untuk membangun grup dalam perusahaan MLM. Anda pun tidak bisa bekerja sendirian. Anda tidak bisa merekrut 90.000 orang seorang diri. Tiap orang harus mencari 5 atas usaha sendiri dan tidak semua orang mau bekerja untuk mendapatkan 5 orang itu.
Bisa dibilang jarang ada orang yang akan membangun group ideal seperti ini. Beberapa kaki di struktur downline akan tumbuh lebih cepat dari yang lain. Beberapa kaki akan tumbuh dengan lebih lambat. Jika Anda tidak bekerja, Anda tidak akan pernah memulai satu pun kaki yang akan tumbuh sesuai dengan yang Anda inginkan.
Itulah konsepnya. Banyak orang mengerjakan bagiannya yang kecil dan Anda mendapatkan bagian dari setiap orang. Jika Anda mempunyai inisiatif dan etos kerja untuk membangun group tersebut, Anda bisa mendapatkan income yang cukup significant bahkan bisa menjadi kaya.
Yang perlu digarisbawahi adalah MLM bukanlah cara cepat untuk menjadi kaya. Diperlukan KERJA keras dan kebanyakan orang tidak mau mengerjakan hal-hal yang diperlukan. Kebanyakan orang tidak akan pernah menjadi kaya, hanya beberapa saja yang akan berhasil. Walaupun demikian, selama Anda memilih perusahaan yang benar dengan produk dan jasa yang baik, tingkat keberhasilan Anda sepenuhnya tergantung pada Anda.
Apakah MLM adalah penipuan, illegal, tak bermoral?
Ini adalah bagian terbesar dari argumentasi, ketidaksetujuan dan tuduhan yang tidak berdasar tentang MLM. Tidak sedikit yang beranggapan MLM adalah tidak etis dan tidak bermoral. Walaupun demikian secara hukum, MLM dianggap legal, tidak menyalahi aturan moral.
Sebenarnya MLM tidak bisa dikatakan dari sananya baik atau buruk seperti halnya orang memandang sistem bisnis biasa. Bisnis biasa (dunia korporat) bisa dijalankan secara baik dan bisa dijalankan dengan buruk. MLM juga demikian. Ada yg dijalankan dengan baik dan ada juga yang dijalankan dengan buruk. Jadi baik dan buruknya MLM tergantung bagaimana perusahaan didesain dan dijalankan oleh tim manajemen dan tim pemasar di lapangan.
Memang harus diakui ada juga perusahaan MLM yang tidak lebih dari sekadar penipuan, cara cepat menjadi kaya untuk pemilik dan segelintir kroninya. Beberapa di antaranya berusaha memanipulasi hukum dan menghindar dari hukum. Ada juga perusahaan MLM yang mempunyai produk yg sah secara hukum dan sudah berkecimpung dalam bisnis selama beberapa tahun tapi dijalankan secara salah, sedemikian sehingga banyak orang yang menjadi korban. Contoh, orang lanjut usia yangmenginvestasikan uang pensiun untuk membeli barang-barang yang memenuhi garasinya dan seterusnya. Banyak orang tentunya setuju bahwa perusahaan ini, setidaknya distributor yg menjalankan praktek-praktek tidak bertanggung-jawab, sama sekali tidaklah etis.
Sebenarnya ada banyak perusahaan yang dijalankan dengan sah, legal, dan etis. Perusahaan-perusahaan tersebut mempunyai produk-produk yang baik, bermanfaat bagi pelanggan dan memberikan banyak orang peluang untuk memperbaiki kondisi keuangannya.
Kubu Anti MLM sering menyatakan bahwa perusahaan MLM dan distributornya hanya menjual fantasi tidak realistis mengenai potensi penghasilan yang dapat diperoleh kepada prospek, yg pada kenyataannya hanya menggemukkan penghasilan upline. Pandangan ini bisa dimengerti namun mengabaikan satu hal penting yaitu bahwa setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk membangun group atau timnya sendiri seperti halnya uplinenya. Upline sudah bekerja keras, mungkin selama bertahun-tahun, untuk membangun downline yang sekarang memberikan hasilnya bagi upline tersebut. Orang baru mungkin sudah investasikan hanya beberapa ratus dollar dan beberapa jam saja perharinya. Setiap orang memulai dari tempat yang sama, DI DASAR, dan setiap orang punya kesempatan yang SAMA untuk membangun downlinenya sendiri.
Teori Saturasi
Satu-satunya pengecualian mungkin teori saturasi (jenuh). Dalam kasus ini, perusahaan sudah berkembang sedemikian rupa sehingga banyak orang dari distributor aktif yang tertarik untuk merekrut orang baru, sudah bergabung (ini tidak berarti SEMUA orang sudah direkrut). Orang baru akan lebih sulit mencari prospek baru dibandingkan upline yang telah melakukannya beberapa tahun yang lalu. Orang baru ini punya beberapa pilihan bergabung dengan perusahaan yang sudah mapan walaupun sudah mendekati jenuh, pilih perusahaan lain yang tidak punya masalah saturasi, atau menyerah.
Walaupun demikian, orang baru yang bergabung dengan perusahaan yang mapan, akan memiliki banyak alat bantu dan sistem support daripada orang lama yang bergabung di perusahaan tersebut sejak lama. Mungkin juga ada lebih banyak produk, lebih banyak literatur, dan lain-lain. Walaupun orang lama yang bergabung lebih mempunyai pasar yang besar, mereka juga mempunyai fasilitas yang terbatas. Jadi ada kelebihan dan kekurangannya bagi orang yang bergabung duluan dan bergabung belakangan.
Dalam kenyatannya, saturasi ini jarang menjadi masalah. Hanya ada sedikit kasus di mana market benar-benar jadi jenuh. Mungkin saja akan lebih sulit untuk mencari orang baru dalam perusahaan yang besar tapi TIDAK ADA perusahaan dalam sejarah MLM yang berkembang sangat pesat sehingga menghabiskan potensi pasarnya. Lebih banyak orang yang memasuki usia 18 tahun di dunia ini daripada jumlah orang yang bergabung ke semua perusahaan MLM yang ada. Sampai sejauh ini, pertumbuhan MLM belum bisa menyamai pertumbuhan populasi manusia.
Jadi, MLM bisa dikerjakan secara sah, bermoral, tapi MLM bisa juga dijalankan secara tidak etis dan tidak legal.
Apakah merekrut itu salah dibandingkan dengan menjual produk?
Ini adalah pendapat umum mengenai MLM. Di satu sisi, pendapat ini benar. Jika tujuan utama di balik MLM adalah untuk merekrut orang, yaitu jika uang pembayaran waktu bergabung, adalah satu-satunya sumber pembayar bonus, maka tentu saja kegiatan MLM ini tidak benar.
Kubu Anti MLM berpendapat bahwa tujuan utama MLM adalah untuk merekrut orang baru, bukan untuk menjual barang. Yang tidak mereka mengerti adalah MENDAFTARKAN ORANG BARU ADALAH CARA ANDA MENJUAL PRODUK DI MLM. Di samping itu, Anda tetap bisa memperoleh penghasilan walaupun hanya jadi pengecer produk dan jasa yang dijual.
Jika Anda fokus hanya di penjualan, ini bukan MLM, hanya jualan cara biasa. MLM bekerja berdasarkan proses yang berbeda dari sales biasa. Bukannya mencari beberapa orang untuk menjual dalam volume besar sekaligus, Anda mencari banyak orang dan masing-masing menjual dalam volume sedikit (karena tiap orang menjual dalam jumlah kecil, pengunaan pribadi oleh tiap distributor menyumbang peranan penting dari total volume penjualan). Merekrut orang baru dan membangun downline adalah caranya Anda mencari orang-orang yang masing-masing mengerjakan bagiannya dalam proses penjualan. (Perhatikan : SETIAP orang melakukan kontribusi dari total penjualan. BUKAN HANYA orang yang bergabung belakangan. Kontribusi Anda bagi Upline secara perorangan hanya beberapa sampai puluhan dollar). Produk berpindah dari perusahaan ke customer atau distributor. Itulah sumber penghasilan dari MLM yang benar. Hanya cara pendistribusiannya yang berbeda.
MLM bekerja dalam hal yang berbeda dengan cara biasa, walaupun berbeda, hal itu tidak menjadikannya illegal atau amoral atau salah. Hanya caranya saja yang BERBEDA. Seperti halnya franchise berbeda dari retail biasa (franchise pernah dianggap sebagai bentuk penipuan). Franchise bukanlah penipuan, hanya satu bentuk dalam bisnis. Mengacu ke analogi yang sama, MLM berbeda dari retail yang biasa dan franchising, tapibisa menjadi bentuk efektif dalam melakukan bisnis.
Perbedaan piramid dengan MLM
1. ProdukMLM yang benar mempunyai produk yang akan dibeli customer bahkan oleh mereka yang memilih tidak bergabung ke perusahaan MLM tersebut
2. Biaya registrasi yang tinggiPiramid biasanya mempunyai biaya registrasi tinggi untuk menjadi sumber bonus utama bagi upline. MLM yang legal hanya mempunyai biaya registrasi yang rendah (sekitar 50$) untuk starter kit, manual.
3. Janji-janji penghasilan yang tidak masuk akalDapatkan penghasilan $50.000 dalam waktu 90 hari atau chain letter adalah contoh yang bagus. MLM yang benar akan menyatakan bahwa Anda membangun penghasilan berdasarkan kerja keras dan dedikasi.
Jika perusahaan mempunyai produk dan jasa yang bagus dan bonus berasal dari pembelian produk dan jasa tersebut (baik itu dari pembelian berulang atau penjualan ke customer yang baru) Anda bisa yakin bahwa ini bukanlah piramid, tetapi tidak ada yang salah sebenarnya dengan KONSEP BENTUK piramid ini. Bentuk piramid ini kalau digunakan dengan baik dan dalam proporsi yang semestinya merupakan bentuk yang baik.
Piramid adalah struktur yang tertua dan tersolid dalam sejarah manusia.
Setiap perusahaan, sekolah, gereja, masjid, pemerintah, semuanya menggunakan bentuk hierarki yang telah terbukti sepanjang masa dan disebut melalui istilah ’struktur piramid’. Mari kita lihat contoh struktur perusahaan biasa :
Di tingkat teratas ada 1 Direktur Utama
Di tingkat berikutnya ada Wakil Direktur atau Direktur yg lain
Di tingkat berikutnya ada Beberapa Division Manager
Di tingkat berikutnya ada lebih banyak Manager
Di tingkat berikutnya ada lebih banyak lagi Asisten Manager/Spv
Di tingkat berikutnya ada sangat banyak staff, pegawai biasa.
Di bagian paling atas dari struktur ini adalah beberapa orang sebagai pemilik dan kelompok eksekutif. Di bagian bawah ada banyak orang dengan income yang paling kecil. Sounds familiar ? Yang menentukan besarnya income seseorang adalah orang itusendiri. Tidak ada yang mendapat kenaikan gaji lebih besar selain bos itu sendiri. Akan tetapi, jika wakil direktur atau manager berpenghasilan lebih besar dari direktur utama, apa yang akan terjadi ? Kerancuan, ketidakjelasan.
Hal ini berkaitan erat dengan struktur kontrol sistematis yang disebut pendelegasian. Hanya melalui produktifitas, usaha, dan dedikasi dari banyak orang yang akan memperkokoh perusahaan dan rangkaian produk dan jasanya, namun tetap seseorang harus memegang tampuk pimpinan. Pernahkan Anda bayangkan piramid terbalik di mana ada banyak orang di level atas memberikan perintah ke sedikit orang di bawah, dan bersaing untuk mendapatkan otoritas di antara mereka sendiri ? Jika ada kasus seperti ini apakah akan ada cukup uang untuk didistribusikan sebagai income ? Tentu saja tidak. Tidak ada logika dalam argumen ini.
Semua orang memulai dari bawah dalam struktur piramid tapi MLM memberikan kesempatan yang sama untuk berkembang seperti halnya seorang Boss dalam bisnis biasa. Ini adalah fakta dalam hal income melalui MLM, dan MLM adalah salah satu dari struktur terbaik yang dapat ditemui di dunia korporat.
Apakah MLM dan Network Marketing adalah sama ?
Kebanyakan orang akan mengatakan bahwa dua-duanya sama. MLM adalah istilah yang digunakan sebelumnya dan tampaknya terlanjur mempunyai konotasi negatif dalam pikiran orang. Network Marketing lebih dipilih oleh sebagian orang untuk menetralisir hal negatif tersebut. Beberapa perusahaan menganggap network marketing adalah bentuk khusus dari MLM yaitu menggabungkan jaringan pemroduksi barang/jasa dengan jaringan orang marketing (yaitu distributor).
Bagaimana supaya Anda bisa berhasil di MLM?
0. Yakinlah dengan bisnis pilihan Anda
1. Percaya dengan produk dan jasa
2. Bekerja dengan rajin
3. Bekerja secara konsisten
4. Jangan menyerah
Tiap perusahaan berbeda dan apa yang bekerja untuk satu perusahaan mungkin tidak dapat digunakan di perusahaan lainnya. Anda harus belajar dari upline Anda. Tanyalah apa yang bisa digunakan dan harus dilakukan supaya berhasil. Mintalah bantuan dan petunjuk mereka, mereka tertarik dengan kesuksesan Anda dan ingin Anda sukses.
Walaupun demikian, prinsip-prinsip dasarnya sama di semua perusahaan. Lakukan hal-hal yang setiap distributor perlu lakukan, marketing, distribusi barang, jasa, dan cari orang lain untuk melakukan hal yang sama. Ajari mereka untuk melakukan apa yang telah Anda lakukan.
Duplikasi adalah kunci sukses di MLM. Anda tidak mungkin merekrut seluruh dunia atau menjual sesuatu ke semua orang. Anda hanya perlu mencari beberapa orang yang ingin membangun bisnis, dan menolong mereka melakukannya. Lebih penting lagi, ajari mereka untuk melakukan apa yang seorang distributor harus lakukan dan keluar mencari beberapa orang partner dan ajari orang baru tersebut. Sebelum Anda mengajarkan team Anda untuk mengajarkan apa yang Anda ajarkan ke downline mereka, Anda belum menduplikasi diri Anda sendiri. Ini bukan hanya menduplikasi Anda sendiri tapi melipatgandakan Anda. Cara Anda mengajarkan harus berasal dari hati karena ini adalah bisnis yang menekankan relasi dengan orang.
MLM bisa juga disebut franchise perorangan, tapi secara alamiah Anda pasti berbeda dengan saya. Karena itu bisa jadi Anda beranggapan bahwa Anda tidak bisa menduplikasi diri Anda sendiri ke orang lain. Sebenarnya yang diperlukan untuk duplikasi adalah kesepakatan bersama untuk bekerja mencapai tujuan yang sama yaitu untuk berhasil di MLM.
Kadang-kadang orang menjadi curiga kenapa Anda dalam bisnis ini menjadi bersikap sangat penolong untuk membantu prospek dalam bisnis ini. Anda mungkin ditanya kenapa harus bergabung dengan Anda. Jawaban sejujurnya adalah motif finansial-lah ygmenginginkan downline kita sukses karena kesuksesan downline menjadi kesuksesan kita. Income didapat dari hasil penjualan melalui konsumsi produk, tapi residual income yang sebenarnya -income yang diperoleh tanpa melakukan apa pun berasal dari persentasi kecil dari penggunaan produk yang konsisten. Di sinilah pentingnya cara mengajarkan hal-hal yang penting dalam bisnis ini, menjadi pemimpin dan mentor menjadi sangat penting karena penghasilan dari passive income ini bisa melebihi penjualan langsung yang Anda lakukan. Di sisi lain, prospek harus mengerti dan menyadari arti ‘menggunakan’ tenaga dan waktu dari banyak orang dan ‘digunakan’ oleh yang lain pada saat yang bersamaan.
Jadi tetaplah terlibat dalam bisnis ini. MLM didesain untuk para enterpreuneur. Kecuali Anda punya bakat atau skill yang baik, akan membutuhkan cukup waktu untuk membangun team Anda. Membutuhkan waktu untuk mencari orang yang tepat dan mengajarkan apa yang perlu diketahui. Kadang2 orang terbaik Anda akan menyerah dan drop out. Kadang-kadang kita merasa tertekan, stress, dan ingin menyerah. Jika perusahaan Anda tidak berjalan baik, mungkin Anda harus mundur. Tapi jika perusahaan berjalan dengan baik dan orang lain berhasil, Anda perlu melihat dan mengevaluasi cara Anda menjalankan bisnis. Mungkin saja Anda tidak akan berhasil di tempat lain, walaupun kelihatannya rumput tetangga lebih hijau dari halaman rumah sendiri karena Anda melakukan hal yang salah.
Kenyataan yang tidak terelakkan adalah hanya persentasi kecil saja dari orang yang terlibat dalam MLM akan memperoleh kesuksesan besar. Akan tetapi ini bukanlah kesalahan mendasar dari MLM. Ini mencerminkan fakta di dunia nyata. 90% dari small bisnis akan gagal dalam 1 sampai 5 tahun dan pemiliknya kehilangan banyak sekali uang dibandingkan beberapa ratus dollar dari yang distributor MLM investasikan.
98% dari karyawan perusahaan tidak akan pernah mencapai eksekutif level. 95% dari pensiunan berusia 65 tahun di US kalau tidak meninggal ya bangkrut. Kenyataannya adalah, sangat sedikit orang yang berhasil dengan hasil yang luar biasa dalam setiap bisnis atau usaha apa pun. Sederhananya, kebanyakan orang tidak mau dan tidak akan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk berhasil.
MLM tidaklah berbeda dalam hal ini. Walaupun demikian, yang diperlukan untuk menduplikasi sukses adalah kesepakatan bersama untuk memulai. Sayangnya, kebanyakan orang terjun dalam MLM dengan anggapan bahwa ini adalah jalan mudah menjadi kaya.
MLM bukanlah cara cepat menjadi kaya. MLM membutuhkan kerja, waktu, dedikasi. Tetapi kebanyakan orang tidak menyadari hal tersebut, entah itu karena sponsornya memberikan ‘iklan’ yg menyesatkan tentang kaya cepat atau karena mereka memilih untuk mendengar cerita yang mudah. Orang seperti ini bergabung dan tidak melakukan apa pun, atau mencobanya tapi segera menyerah setelah beberapa bulan. Inilah penyebab terbesar dari setiap kegagalan dalam MLM.
Mungkin masalah terbesar dari MLM adalah terlalu mudahnya org untuk bergabung (cukup dengan ratusan ribu atau jutaan rupiah) jadi mudah pula bagi orang untuk drop out. Dengan hanya invest ratusan ribu rupiah, mudahlah bagi orang untuk berkata “Ah, saya sudah bicara dengan 4 orang dan tidak ada yang tertarik. Bisnis ini tidak jalan, wah saya sudah buang uang ratusan ribu” Atau lebih parah lagi : “MLM adalah bisnis amoral dan tipuan”.
Anda harus memperlakukan bisnis MLM Anda seolah-olah ini adalah bisnis real Anda. Bisnis di mana Anda sudah menginvestasikan banyak uang dan tabungan Anda. Jika Anda sudah menginvestasikan puluhan atau ratusan juta ke dalam bisnis Anda, apakahAnda akan membiarkan 4 orang yang berkata tidak kepada Anda, menyebabkan Anda menyerah ? Tentu saja tidak. Anda harus keluar dan terus bekerja sampai Anda membuatnya bekerja, karena sudah terlanjur menginvestasikan banyak uang ke dalamnya. Anda tidak bisa menyerah begitu saja. Itulah yang membuat MLM bekerja untuk Anda. Dedikasi untuk terus bekerja sampai MLM Anda benar benar bekerja.
Jika Anda bekerja dengan konsisten dan efektif, dan membangun bisnis Anda lebih cepat dari orang yang drop out, group Anda akan secara konsisten tumbuh. Dan jika Anda mengajarkan downline Anda cara yang benar untuk bekerja konsisten, efektif, danmengajarkan mereka untuk menduplikasi dan melipatgandakan usaha Anda, Anda akan melihat pertumbuhan yang konsisten. Mungkin akan lebih lama dari yang Anda inginkan (tidak semua dalam hidup ini sesuai dengan keinginan Anda), tapi selama Anda terus bekerja, income Anda akan tumbuh ke level yang Anda inginkan. Tetaplah bayar harganya dan suatu saat Anda akan melihat keuntungannya.
Itulah sebenarnya masalahnya. Kebanyakan orang tidak melakukannya. Kebanyakan orang yang terjun ke MLM hanya bersikap mencoba dan menyerah ketika beberapa orang berkata “tidak” dan kemudian mengomel bahwa MLM tidak jalan. Hanya orang yang sudah berkomitmen untuk bekerja dan melakukan apa yang diperlukan untuk berhasil, akan muncul ke atas dan berhasil.
Bagaimana anda mengidentifikasi perusahaan MLM yang baik ?
Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :
1. Produk yang bagus
Apakah ini sesuatu yang banyak orang akan membeli ? Apakah produk memenuhi kebutuhan yang nyata ? Apakah harganya kompetitif dan Anda bisa mendapatkan keuntungan dg menjualnya
Yang lebih penting lagi adalah “saya tidak hanya membeli barangnya hanya karena bagus tapi juga karena potensinya”
2. Perusahaan yang stabil dan kuat secara finansial
Anda tentunya tidak ingin tim yang sudah Anda bentuk jadi tidak berguna karena perusahaannya bermasalah.
Berapa lama perusahaan ini sudah beroperasi ? Bagaimana kondisi finansialnya. Pengalaman dan reputasi tim manajemennya.
3. Support perusahaan yang bagus.
Apakah ada materi training, pelatihan, dan semacamnya ?
4. Support dari upline
Bagaimana support dari sponsor Anda. Bagaimana tingkat kesuksesan Anda. Tanya pula uplinenya. Jika mereka belum memperoleh kesuksesan, mereka tidak bisa mengajarkan Anda cara mencapai sukses, dan tentunya Anda tidak mau menemukan system untuk sukses dari nol.
Hal-hal yang harus dihindari :
1. Penumpukan barang di gudang.
Jika sponsor Anda mencoba untuk ‘memaksa’ Anda untuk membeli ratusan ribu atau jutaan rupiah untuk memenuhi gudang Anda, segeralah lari
2. Klaim cepat menjadi kaya tanpa kerja dan lain-lain
Itu semua adalah petunjuk secara garis besar. Penentu terbesar tentunya adalah ANDA sendiri. ANDA lah yang menentukan apakah akan bekerja atau tidak. ANDA lah yang perlu tetap termotivasi dan terus terlibat walaupun medan bisnis menjadi sulit. Jika ANDA tidak antusias tentang perusahaan, produk, dan juga kesempatan yang diberikannya, mungkin anda tidak akan bertahan cukup lama untuk berhasil. Tapi jika Anda antusias dengan perusahaan, opportunity yang ada, tim Anda (dan bukan hanya excitement “saya akan menjadi kaya”), Anda akan bertahan sampai di tahap kesuksesan.
== Kesimpulan ==
1. MLM atau network marketing adalah bentuk bisnis yang berbeda dibanding bisnis biasa. Kenali dan pelajarilah model bisnis MLM tersebut.
2. Secara prinsip, MLM tidaklah jelek atau baik, yang membedakan adalah bagaimana bisnis ini dijalankan oleh perusahaan, system operasional, dan distributor-distributornya
3. MLM bukanlah cara cepat menjadi kaya. Seperti halnya bisnis yang lain, MLM memerlukan pendidikan khusus, skill, dana, usaha, waktu, dan konsistensi serta komitment pelakunya.
4. MLM didesain untuk menciptakan entrepreneur atau pengusaha-pengusaha perorangan. Untuk berhasil, milikilah mental, ilmu, modal, dan determinasi seorang pengusaha.
5. Di antara faktor-faktor penentu sukses Anda dalam bisnis MLM, faktor terpenting adalah Anda, bukan perusahaan, bukan upline, bukan kompensation plan.
© 2005 Pranadjaja
01 Maret 2008
Jadi Agen Penjualan suatu produk atau jasa

Lalu bagaimana caranya? Tentu saja untuk menjadi agen produk, anda harus menjalin kerjasama dengan fabrikan yang memproduksi atau mengeluarkan produk tertentu. Untuk itu anda harus mendapat kepercayaan penuh dari fabrikan. Biasanya fabrikan bersedia menjadikan anda agen jika anda memenuhi sejumlah syarat pokok, seperti: Memiliki kantor lengkap dengan nomor telepon; Memiliki gudang yang aman dan cukup memadai luasnya; Mempunyai orang-orang yang bertugas sebagai sales atau penjual produk; Memiliki armada kendaraan untuk operasional barang; Dan memiliki bank account yang bisa mengusahakan garansi bank.
Jika syarat-syarat untuk menjadi agen sudah anda penuhi, tentu anda tinggal memikirkan produk apa yang akan anda ageni. Tapi ingat, hal ini bukanlah soal mudah. Memilih suatu produk memerlukan kejelian agar anda tidak menyesal di kemudian hari. Nah, biar anda nggak kejeblos menjadi agen, simak strategi memilih produk berikut ini:
- Carilah produk-produk yang potensial dikembangkan. Khususnya produk-produk dari fabrikan yang dapat memberikan syarat konsinyasi atau titip jual. Syarat ini beresiko kecil tetapi bisa memperbesar peluang anda untuk mendanai pengambilan produk-produk yang tidak dikonsinyasikan.
- Betapapun menariknya syarat-syarat yang diberikan, sebagai agen pemula jangan sampai anda terporosok mengageni produk-produk dari fabrikan yang tengah 'sakit' atau nyaris gulung tikar. Karena biasanya fabrikan yang nyaris gulung tikar hanya ingin cuci gudang tanpa mengeluarkan produk baru lagi. Akibatnya anda bisa ketempuan, anda sudah mengeluarkan sejumlah dana tetapi produk sudah tidak diproduksi.
- Jika anda menjadi agen beberapa produk dari beberapa fabrikan sebaiknya anda memilih produk yang masih berhubungan antara produk satu dengan produk lainnya. Maksudnya agar produk-produk tersebut bisa ditawarkan kepada outlet (toko) yang sama. Misalnya produk sandal lebih cocok dipadankan dengan produk sepatu. Kalau anda mengageni produk handphone dan sandal tentu saja tidak compatible. Dengan mengageni produk yang compatible maksudnya agar anda lebih efektif dan efisien menangani front penjualan.
- Jika produk anda ambil secara kredit, anda harus teliti menghitung potensi total penjualan jangka pendek (misalnya dalam jangka waktu 6 bulan) dan break event point (titik impas penjualan). Dalam hal ini berdasarkan profit margin yang diberikan kepada anda selaku agen terhadap biaya-biaya yang dikeluarkan. Jika potensi penjualan dengan cara ini tidak bisa mencapai break event point dalam jangka waktu kredit maka batalkan saja menjadi agen produk ini.
- Pertimbangkan fakta-fakta dan potensi lapangan. Selidiki pasar dari produk yang akan anda ageni. Hati-hati dengan tawaran produk baru, karena kebutuhan dan reaksi pasar terhadap produk baru tersebut sangat unpredictable. Usahakan bahwa produk yang akan anda ageni cukup kompetitif di pasaran. Kemudian selidiki pula, bagaimana supply barang dari fabrikan. Untuk itu anda bisa meminta informasi dari agen-agen yang tengah atau pernah mengageni produk tersebut.
Kutipan info penting dari Blog lain,
* Author: AL ARIF
* Filed under: Selingan Bisnis
Monday
Jan 21,2008
modus penipuan pengusaha
Jika Anda saat ini adalah pengusaha dan alamat usaha Anda banyak dikenal, harap hati-hati. Bisa-bisa Anda kena tipu. Jika dulu ada penipuan melalui SMS, dengan sasaran siapa saja, maka sekarang ada model penipuan yang segmen pasarnya para pengusaha. Jadi, karena pintarnya si penipu ini, maka mereka juga melakukan segmentasi pasar.
Jika Anda kurang hati-hati bisa tertipu !!!
Di kantor saya memang sering ada penawaran aneka promosi, seperti yellow page, directory bisnis lokal, majalah, dll. Penawaran bisa via Fax, surat atau orangnya datang langsung.Read more
28 Februari 2008
Cara Sukses Memulai Bisnis
Bagaimana Memilih Home Business yang Tepat?
(Sandy Larson)
Berbisnis di rumah kini banyak digunakan pemula sebagai alternatif
berbisnis dengan resiko kecil. Tapi bagaimana cara memilih Home
Business yang tepat?
Berikut daftar pertanyaan yang harus dijawab sebelum menentukan
pilihan anda.
MINAT
Apa hobi yang anda kerjakan jika ada waktu luang?
Mana yang lebih anda sukai, bekerja di dalam atau luar ruangan?
Apakah anda termasuk orang yang suka bekerja sendiri atau lebih senang
jika bisa bertemu banyak orang?
KEAHLIAN
Apa pengalaman kerja yang paling anda kuasai?
Kursus atau pelatihan apa yang sudah anda ambil?
Apakah anda punya pengalaman manajemen, akuntansi, atau marketing?
STATUS KEUANGAN
Berapa banyak modal bisnis dari tabungan pribadi anda?
Apakah anda akan mengajukan pinjaman bisnis?
Apakah anda bisa meminjam uang dari keluarga atau teman?
WAKTU
Apakah anda masih berstatus karyawan?
Apakah anda sanggup bekerja dengan intensitas waktu yang tinggi untuk
mengejar deadline?
Apakah anda bisa mengorbankan akhir minggu atau hari libur untuk
bisnis anda?
25 Februari 2008
Jasa Translator

Manfaatkan kepiawaian anda dalam bahasa asing untuk cari tambahan uang. Bagaimana jika seandainya anda tidak mempu melakukannya sendiri. Mudah saja, tidak perlu untuk membuat jasa translator yang tersumpah. Cukup anda terima order translate untuk bahan-bahan ringan yang tidak beresiko tinggi. Jasa ini banyak dibutuhkan oleh pelajar dan mahasiswa, karena maklum saja bahasa asing masih sedikit yang menguasai dengan baik.
Lebih bagus lagi jika anda menerima translate untuk bermacam bahasa, seperti Perancis, Ingris, Jerman, China, Jepang, dll, kalau perlu bahasa sansekerta juga masukin aja kali-kali ada yang butuh. Yang terpenting anda dapat order dulu, baru cari tenaga ahlinya. Atau juga bisa sambil anda cari order, anda pasang iklan di Koran atau internet, bunyinya : :Dicari!! Penterjemah lepas untuk Korea, Perancis, China Jerman dan Lain-lain, pembayaran per project hubungi…..”. Nah sambil jalan anda bisa mulai cari order.
Untuk tariff jasa ini rata-rata Rp. 15.000 – Rp. 20.000 perlembarnya (Bahasa Ingris), kalau bahasa lain yang lebih langka ahlinya bisa lebih mahal.
Darimana memulainya?,
Pasanglah iklan terima terjemahan di Koran dan sekaligus penerimaan penterjemah lepas, tapi dalam materi iklan yang berbeda, jangan disatukan. Pasang pada harian ibukota yang tariff nya masih murah seperti Warta kota atau Sindo.
Sebar brosur ke target pasar yang anda tuju, misalanya sekolah, perguruan tinggi, atau perkantoran
Pasang reklame sederhana dirumah anda : “Terima translate Ingris, Jepang, Cina, Perancis, Jerman dll”.
Selamat Mencoba
23 Februari 2008
TIPS DALAM MEMBELI FRANCHISE
Berikut adalah beberapa hal yang perlu anda pertimbangkan dalam membeli sebuah franchise :
- Biaya Franchise : Yang mungkin tidak bisa di-refund, dapat berkisar dari puluhan sampai ratusan juta bahkan milyaran rupiah.
- Pembayaran Royalti : Anda biasanya harus membayar royalti kepada franchisor meskipun usaha anda belum menghasilkan income yang memuaskan. Royalti biasanya berdasarkan penjualan kotor per bulan. Selain itu, royalti juga dibayar untuk hak menggunakan nama franchisor.
- Biaya Advertising : Anda mungkin harus membayar biaya advertising. Sebagian dari biaya ini mungkin akan digunakan untuk membiayai advertising secara nasional, atau menarik franchisee baru, yang tidak langsung mempunyai efek terhadap target market outlet anda.
- Kontrol : Untuk memastikan keseragaman, franchisor akan mengontrol bagaimana franchisee melakukan usahanya. Hal ini dapat membatasi anda dalam mengambil keputusan berdasarkan intuisi bisnis anda sendiri.
- Terminasi & Renewal : Anda dapat kehilangan hak franchise anda bila anda melanggar kontrak. Selain itu, hak franchise ada jangka waktunya. Setelah itu, tidak ada jaminan anda dapat membaharuinya (renewal). Franchisor bisa saja memutuskan kontrak jika anda, sebagai contoh, gagal membayar royalti atau gagal memenuhi standard performance. Jika hak franchise anda dihentikan, maka anda akan kehilangan investasi anda. Perjanjian franchise bisa untuk 5, 10 atau 20 tahun. Setelah itu, franchisor bisa saja menolak untuk memperbaharui kontrak franchise anda.
Jadi sebelum memutuskan membeli franchise, pertimbangkan hal-hal di atas, dan pelajari kontrak dengan detail.
Hal-hal lain yang penting pula anda jadikan pertimbangan, antara lain : dana yang tersedia untuk anda investasikan, tujuan anda berinvestasi, kemampuan anda, produk dan jasa apa yang anda sukai untuk menjualnya, bagaimana track-record dari franchisor, sudah berapa franchise yang dibuka dan berhasil, training yang disediakan, berapa jauh dari outlet anda seseorang dapat membuka franchise yang sama, apakah anda harus membeli supply/produk dari franchisor (jika ya, apakah harganya kompetitif), apa yang disebut dalam kontrak tentang kepemilikan, apakah anda bisa menjual franchise anda pada orang lain jika anda kehendaki, jika anda ingin meneruskan kontrak saat expired apakah secara otomatis akan diperbaharui, jika nantinya anda ingin mengubah outlet anda menjadi bisnis yang independen apakah dimungkinkan, bagaimana perselisihan akan diselesaikan, kriteria apa yang digunakan franchisor untuk memilih franchisee, berapa besar market yang anda jadikan sasaran dan bagaimana tingkat kompetisinya.
Disamping itu, sebelum anda memutuskan membeli franchise, penting untuk meminta list nama dan alamat franchisee yang lain. Telpon atau kunjungilah mereka dan tanyakan mengenai pengalaman mereka.
Dengan berhati-hati dalam membeli franchise, akan meningkatkan kemungkinan keberhasilan anda. Banyak franchise yang baik, dimana franchisor benar-benar memberikan asistensi dan kemudian tumbuh berkembang bersama franchisee-nya. Tetapi ada pula yang hanya tertarik dengan franchise fee anda.
Sumber :webmaster Informasi Peluang Usaha.com
21 Februari 2008
Jadi Agen Asuransi, Usaha Modal Dengkul
Pernah ditawari asuransi pak dan ibu? bagaimana reaksi anda? saya perkirakan sebagian besar pasti akan menggelengkan kepala. Nggak ah pak saya masih muda, sehat belum butuh. Justru kala muda dan sehat dan belum butuhlah maka anda ditawari. Pada saat anda sudah butuh (mis: sudah tua, atau sudah sakit) justru agennya yang akan nolak, kalaupun tidak menolak pasti akan dikenakan premi yang tingiiiii, sehingga anda mundur sendiri (nolak secara halus asuransinya).
Mungkin karena banyak yang nolak, tidak begitu banyak orang yang mau berkecimpung di usaha ini, kasarnya gengsi doong, masa gua harus jual asuransi dan ditolakin orang. Justru karena banyak ditolak orang makannya anda dibayar mahal untuk setiap penjualan anda. Biasanya berkisar antara 10 persen sampai dengan 30 persen komisisnya, tahun keduapun masih dapat namun dengan persentase yang lebih rendah dari tahun pertama.
Sebenarnya jadi agen asuransi anda dipandang remeh pada saat menjual polis, kadang-kadang calon klien anda suka seenaknya, janji jam 5 sore, taunya baru nongol jam 9 malam. Masih mending kliennya nongol, malah pernah udah janjian eh malah orangnya ga dateng, ditelponin gak diangkat atau dimatiin, jadi seperti debt collector aja rasanya. Dipandang enteng pada saat menawarkan namun anda dipandang sangat berjasa pada saat terjadi suatu musibah pada si pengambil asuransi, nah pada saat kejadian ini, si ahli waris akan berkali-kali mengucapin terimakasih kepada anda, karena anda memberi bantuah finansial kepada keluarga yang kesusahan.
Nah kembali ke usaha ini, memang modal yang paling dibutuhkan adalah relasi dan Bank Nama. Untuk tahap pertama anda bisa tawarkan kepada kenalan, relasi atau saudara anda dulu. Sekalian latihan presentasi salah-salah sedikit tak apa. Tidak beli atau ditolak juga tak apa, toh apa sih jualan yang gak ada ditolak? ga ada kan. Penjual air minum dalam kemasan aja diatas bis sering ditolakin kok, tapi tetap semangat naik turun bus. Padahal cuma jual air minum yang keuntungannya paling tinggi 500 perak. Nah kalau jual asuransi berhasi, komisinya 30 persen, lebih gedean mana?, dan lebih kuat siapa kalau ditolak. Jangan sampai kalah sama tukang asongan ya....
Buat anda yang ingin sukses di bisnis asuransi siapkan, daftar nama sebanyak-banyaknya, dan tambah selalu bank nama tersebut supaya konstan, misalnya punya 200 nama, hari ini 10 sudah anda hubungi, maka tugas anda adalah menambah data baru 10 lagi. Banyak bisa anda dapatkan sumber daftar nama. Bisa dari koran, majalah, internet, temennya kawan, relasi dari saudara, bekas teman sekolah, kuliah ah pokoknya banyak kalau mau.
Kalau anda siap jadi agen, pilihlah perusahaan yang nyantol dalam hati anda supaya anda yakin mengerjakannya dan percaya terhadap produknya. Ikuti trainingnya dengan full, seringlah role play dan bertanya kepada leader anda. Dan jalankanlah bank nama anda. Selamat mencoba.
NB: Untuk melamar jadi agen ngga ribet seperti ngelamar kerja, harus psikotest lah, cek kesehatan, dan interview berkali-kali. Cukup buat janji dengan salah satu leader di perusahaan asuransi, utarakan keseriusan niat anda, isi aplikasi dan lampirkan fotocopy KTP. Tidak perlu ngasih apa-apa lagi. Tinggal tunggu kabar dari leader anda kapan anda harus training.
